Implementasi/Penerapan GeoCell

Geocell adalah sistem pengekangan seluler (cellular confinement system) berbentuk jaring-jaring tiga dimensi yang menyerupai sarang lebah.

Terbuat dari lembaran High-Density Polyethylene (HDPE), teknologi ini sangat efektif untuk menstabilkan tanah yang lunak atau miring.

Berikut adalah beberapa implementasi utama dari Geocell di lapangan:

1. Perlindungan Lereng (Slope Protection) Ini adalah penggunaan yang paling umum. Geocell dipasang pada permukaan lereng untuk mencegah erosi akibat air hujan atau angin.

2. Perkuatan Dasar Jalan (Base Stabilization) Geocell digunakan untuk mendistribusikan beban kendaraan secara lebih merata pada tanah dasar yang lunak atau tidak stabil.

Aplikasi: Jalan tol, jalan akses tambang, hingga area parkir.

Mekanisme: Dengan mengisi sel Geocell menggunakan agregat (kerikil/batu pecah), tercipta efek jembatan (bridging effect) yang kaku. Ini mengurangi pembentukan alur (rutting) dan memperpanjang umur aspal.

3. Konstruksi Dinding Penahan Tanah (Retaining Walls) Geocell dapat disusun secara vertikal atau bertingkat untuk membentuk struktur penahan tanah yang fleksibel namun kuat.

Keunggulan dibanding beton: Lebih tahan terhadap penurunan tanah yang tidak merata (differential settlement) dan memungkinkan drainase air yang lebih baik, sehingga mengurangi tekanan hidrostatik di belakang dinding.

4. Perlindungan Saluran Air (Channel Protection) Digunakan pada sisi-sisi saluran air atau sungai untuk mencegah pengikisan dinding saluran oleh arus air yang deras.Pengisian: Biasanya diisi dengan beton (untuk arus deras) atau batu pecah (untuk arus sedang).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *